Penghematan
Gara-gara BBM naik, segala sesuatu jadi naik. Baik itu tagihan listrik, uang makan, biaya sewa ini itu, biaya langganan koran, sampai tarif GPRS Matrix. Yang saya harapkan, gaji juga ikut naik :) *Amin* Mengingat naiknya hampir semua harga kebutuhan sehari-hari maupun sekunder. Yang saya kaget juga, cicilan rumah saya juga ikut naik :(
Pada saat awal BBM naik, saya mencoba untuk naik angkot, mengingat rumah saya yang cukup jauh (19 km). Seberapa jauh saya bisa berhemat dan merubah perilaku sehari-hari? Ternyata saya temukan bahwa beberapa hal yang tidak bisa dipenuhi adalah:
- waktu tempuh (naik angkot jadi lebih lama),
- bisa pulang lebih malam/lembur (naik angkot harus pulang sore, selebihnya harus nyambung ojek alias nambah biaya),
- pulang kantor bisa fitness dulu (bawaan banyak euy),
- kenyamanan (kursi angkot sangat tidak nyaman utk duduk lama 1 - 2 jam kecuali di samping sopir).
- dll
Selebihnya, kalo saya hitung-hitung, ongkos naik angkot per minggu (2-3 kali naik angkot, itu pun kalo ngga di 'oper') kurang lebih sama dengan saya beli solar untuk 5 hari kerja. Solusi yang mungkin adalah: ganti kendaraan dengan motor yang lebih hemat bensin atau bahan bakar alternatif pengganti seperti Biodiesel.
Akan tetapi, perilaku sehari-hari di jalan saat ini saya perhatikan masih belum mencerminkan tindakan penghematan akibat naiknya BBM, seperti masih padatnya jalan-jalan dengan berbagai macam kendaraan pada pagi dan sore hari, seperti yang terjadi di Jakarta kemarin.

Yang saya suka dari Kdrama ini yg pasti sih aktrisnya. So keren lah. Macam Jeong Ryeo-won. Hm.. hm.. mengingatkan saya akan seseorang. Apalagi kue-kuenya. Cih, bikin kepengen. *sudah lama ngga mampir ke Ciiz*
Satu lagi drama yang saya telah nikmati adalah "
Film drama selanjutnya adalah "Endless Love", dari Korea. Film drama yang sudah lama tampil di televisi ini baru saya tonton beberapa waktu lalu. Duh, untuk menonton film drama ini, siap-siap saja tissue untuk menampung air mata anda ;P Alur ceritanya berjalan lambat sekali, namun karena aktrisnya sangat menarik perhatian, jadilah film ini saya nikmati sampai the end. Selain itu, panorama alam dan settingnya bagus-bagus. *Kapan2 pengen ke sana, aaahh..*
Seterusnya adalah "Gokusen" dan "Gokusen 2" (Jepang). Film drama ini berkisah tentang seorang cucu Yakuza yang menjadi guru di sebuah sekolah menengah, Yamaguchi Kumiko. Dia menguasai ilmu bela diri serta dibekali ilmu2 dasar tentang hubungan antar manusia dari kakeknya. Di sekolah, dia berhadapan dengan murid-muridnya yang bengal dan badungnya minta ampun. Tak jarang dia harus membela mereka mati-matian dari campur tangan guru/kepala sekolah atau polisi yang menangkap basah mereka sedang berbuat salah, baik dengan cara kontak fisik maupun adu argumentasi. Walaupun begitu, kelucuan ditampilkan di sana-sini, membuat film drama ini tidak membosankan.

